MEMBEDAKAN ANTARA KEHAMILAN DAN SINDROM PRA-MENSTRUASI

MEMBEDAKAN ANTARA KEHAMILAN DAN SINDROM PRA-MENSTRUASI

MEMBEDAKAN ANTARA KEHAMILAN DAN SINDROM  PRA-MENSTRUASI

 

MEMBEDAKAN ANTARA KEHAMILAN DAN SINDROM  PRA-MENSTRUASI 

Memang sangat mirip saat Anda merasakan tanda-tanda kehamilan atau hanya akan mengalami mentruasi.Pada artikel ini akan dijelaskan cara membedakan antara kehamilan dan sindrom pra-menstruasi.

Tidak seluruh wanita mengalami gejala PMS atau gejala awal kehamilan mirip yg dituturkan pada bawah ini. Impak yg dialami mampu bervariasi pada masing-masing individu. Tetapi, gejala berikut bisa menjadi acuan buat kamu mampu membedakan mana kondisi yg berkaitan dengan PMS serta tanda-tanda awal kehamilan.



Kram

PMS: Sehari atau dua hari menjelang hari pertama menstruasi engkau  mungkin akan mengalami kram atau dysmenorrhea. Rasa nyeri bisa berkurang waktu kamu menstruasi dan  hilang di hari terakhir haid.

Kehamilan: Bila kamu positif hamil, maka kram yg terjadi seperti seperti kram ringan saat haid, tetapi lokasinya saja yang tidak selaras. Kram dampak kehamilan umumnya terasa pada bawah perut atau punggung bawah, serta kondisi ini dapat berlangsung lebih usang asal PMS yakni pada hitungan minggu hingga bulan.

Bercak atau flek darah

PMS: Bercak darah dapat sebagai tanda bahwa engkau  akan mendapat haid atau sedang dalam masa PMS. Bercak darah atau flek kecokelatan ini umumnya berlangsung selama satu atau dua hari, serta volumenya hanya setetes atau 2 tetes darah. Kemudian dilanjutkan dengan perdarahan haid selama kurang lebih 1 minggu.

Kehamilan: engkau  mungkin dapat melihat ada perdarahan ringan atau mirip bercak berwarna merah muda atau cokelat tua pada celana dalammu atau ketika buang air kecil. Ya, itu mampu menjadi keliru satu pertanda engkau  sudah hamil. Bercak darah tadi umumnya terjadi di kehamilan usia 7-10 hari. Hal ini terjadi sebab janin pada pada dinding rahim guna proses pertumbuhan setelah pembuahan terjadi. Flek ini umumnya hanya terjadi dalam beberapa hari saja. Durasinya lebih pendek asal masa menstruasi, dan  perdarahan tidak hingga memenuhi pembalutmu.

Nyeri payudara

PMS: Rasa nyeri disertai pembengkakan pada payudara akan terjadi ketika kamu mengalami PMS, tepatnya selama paruh kedua siklus menstruasimu. Rasa nyeri bisa tertahankan, namun ada pula yg sangat menyakitkan. Rasa ini bisa terasa sangat menyakitkan sesaat sebelum menstruasi.

Kehamilan: Jika rasa nyeri ini berafiliasi menggunakan kehamilan, maka cita rasanya akan lebih sakit dari yang biasa kamu alami saat PMS. Terlebih saat memasuki usia kehamilan sekitar 1/2 bulan. Payudaranya mungkin akan menjadi sangat sensitif, nyeri ketika tersentuh, atau terlihat lebih berisi.

Rona kulit pada area puting juga mungkin bisa sebagai lebih gelap. Biasanya ini dapat terjadi ketika kehamilanmu menginjak usia lebih kurang dua bulan.

Nafsu makan semakin tinggi

PMS: waktu PMS kamu mungkin akan menyadari bahwa nafsu makanmu pada makanan tertentu lebih meningkat, mirip ingin melahap jenis makanan yg asin, manis, serta berkarbohidrat. Bisa dikatakan engkau  mungkin lebih rakus dari biasanya.

Kehamilan: Sama seperti PMS, kehamilan jua mampu membuatmu ingin menyantap beberapa jenis kuliner tertentu atau bahkan mengonsumsi hal-hal yang aneh. Namun bedanya, alat perasamu pula mungkin bisa lebih sensitif pada kuliner, sehingga kamu enggan memakannya. Padahal, waktu sebelum hamil engkau  mungkin sering mengonsumsi kuliner tadi.

Mudah lelah

PMS: Rasa lelah sepertinya bisa terjadi sebab meningkatnya hormon estrogen serta progesteron yg diharapkan buat menyiapkan tubuh menghadapi menstruasi.

Kehamilan: Perubahan hormon yg terjadi waktu hamil jua bisa membuatmu mengalami kelelahan.

Jika engkau  mengalami syarat yang sudah disebutkan pada atas serta sedang dalam proses merencanakan kehamilan, kamu bisa melakukan uji test pack atau memeriksakan diri ke dokter kandungan. Hal ini untuk memastikan apakah engkau  hanya mengalami PMS atau memang telah hamil.



Contact Us

Nama

Email *

Pesan *

Back To Top